$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Dikunjungi Pihak Istana, Ini Profil ZA, Siswa SMA Pemberani Dari Kota Malang Yang Didakwah Penjara Seumur Hidup Lantaran Membunuh Begal

GELORABANGSA - ZA adalah anak lelaki berusia 18 tahun. Remaja kelas 3 SMA itu tengah membonceng VN teman perempuannya saat mengalami p...




GELORABANGSA - ZA adalah anak lelaki berusia 18 tahun. Remaja kelas 3 SMA itu tengah membonceng VN teman perempuannya saat mengalami peristiwa tragis itu.

Malam itu sungguh apes mereka. Motor yang mereka tumpangi dipepet dua orang begal dan dipaksa untuk melipir ke area perkebunan tebu yang sepi. 

Di tempat sepi itu kunci motornya dirampas, handphone keduanya juga disikat. Datang lagi dua orang berboncengan. Yang satu mengambil alih motor yang dipakai dua pembegal pertama lantas pergi menjauh (jadi total pelaku empat orang).

Dua pelaku yang masih ada di tempat bernama Misnan dan Mat. Sebelumnya Polres Kabupaten Malang telah menerima setidaknya lima pengaduan kasus pembegalan yang melibatkan mereka. Setelah Mat merampas kunci motor dan HP kedua remaja itu, Misnan rupanya punya ide yang lebih jahat lagi. Tertarik melihat kecantikan VN, dia ingin memperkosa gadis itu.

Ide itu tertahan karena Misnan menerima telepon dari dua kawan mereka yang menunggu di kejauhan. 

Selesai menerima telepon Misnan lantas berbisik-bisik dengan Mat. 

Posisi mereka yang membelakangi kedua korbannya dimanfaatkan oleh ZA untuk diam-diam mendekati motornya, sejenis matic yang tidak butuh kunci untuk membuka joknya. 

Di dalam jok itu terdapat pisau yang dia gunakan untuk mengerjakan tugas keterampilan di sekolah.

Setelah mengambil pisau itu dari dalam jok, ZA mundur selangkah sambil menyembunyikan pisau kecil itu di balik genggaman tangan kanannya. 

Sedangkan VN yang makin ketakutan memeluk erat lengan kiri ZA. Sejurus kemudian Misnan dan Mat kembali mendekati mereka. Kedua begal itu kembali memaksa ZA agar menyerahkan VN kepada mereka.

" Sini biar kupakai sebentar cewekmu itu. Paling cuma tiga menit saja. Setelah itu dipakai buat berjalan sebentar saja pasti vaginanya akan kembali rapat!"

Oke, mungkin selorohan itu buat mereka lucu. Tapi tidak buat ZA. Dia marah. Semakin keras Misnan memaksa VN agar mau menuruti kemauannya, ZA semakin tidak bisa menahan marahnya. Remaja itu akhirnya melawan dengan pisaunya. Hujaman pertama menancap tepat di tengah dada Misnan. Begal itu terkejut mendapati dadanya bolong. Panik mendapati korbannya ternyata mampu melukainya, Misnan lari menyelamatkan diri ke dalam rerimbunan tebu. ZA beralih ke arah Mat. "Kembalikan kunci motorku!"

Mat lari tunggang langgang ke arah yang berbeda dengan Misnan. ZA berusaha mengejarnya tapi gagal. Tanpa kunci motor terpaksa ZA dan VN menuntun motornya menuju pemukiman terdekat untuk minta bantuan. Esok harinya Misnan ditemukan tak bernyawa di tengah kebun tebu.

ZA tetap menjalani penyidikan polisi sejak September 2019. Ketiga begal pun bisa dengan cepat dibekuk polisi (tapi anehnya dua di antaranya kemudian dibebaskan). 

Kasusnya sempat viral tapi akhirnya lambat laun mereda. Banyak yang menduga kasusnya dihentikan karena dimaklumi pembunuhan ini terjadi karena usaha membela diri. 

Tapi beberapa hari belakangan ini kasus tersebut mencuat kembali. Karena berkas kasus ZA benar-benar diajukan ke pengadilan. 

Jaksa menuntutnya dengan pasal berlapis, salah satunya adalah pasal pembunuhan berencana. Banyak pihak yang terkejut dengan tuntutan itu.

Besok (senin 20 Januari) sidang akan berlanjut. Kamis (23 Januari) keputusan sidang akan dibacakan. Apakah ZA akan dijatuhi hukuman sebagai pelaku pembunuhan berencana?

Siang tadi aku bersama kawan-kawan kuasa hukum ZA menemani Prof Hariyono mengunjungi rumah ZA. 

Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) itu menunjukkan dukungan moralnya untuk ZA dan keluarga.

Menanggapi permasalahan tersebut, Kepala Plt Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof Hariyono, mempertanyaan dasar dakwaan yang diberikan kepada ZA. 

”Dalam konteks ini, setiap pembunuh memang bisa dianggap bersalah. Tapi perlu diketahui hukum tidak semata-mata hanya regulasi, tapi juga perlu dilihat dulu konteksnya. Siapa sih yang mau dibegal, yang mau diperkosa?. Menurut saya, ZA diposisi tidak ada perencanan pembunuhan, tapi membela diri,” kata Hariyono.

Atas pandangannya tersebut, Hariyono berharap agar kasus yang dialami ZA, pelaku pembunuh begal tersebut bisa segera selesai. 


”Pancasila merupakan dasar negara, maka dari itu kita harus adil melihat kasus ini. Sehingga kami berharap kasusnya bisa segera selesai tanpa memunafikkan rasa keadilan. Termasuk saat menangani kasus pelaku pembunuhan begal ini, apakah dia memang pelaku pembunuhan atau korban yang melakukan perlawanan untuk membela diri,” tutup Hariyono yang kemudian pamit undur diri setelah berbincang dengan ZA dirumahnya, Sabtu (18/1/2020) petang.

Badan Pembinaan Ideologi Pancasila atau disingkat BPIP adalah lembaga yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden yang memiliki tugas membantu Presiden dalam merumuskan arah kebijakan pembinaan ideologi Pancasila, melaksanakan koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian pembinaan ideologi Pancasila secara menyeluruh dan berkelanjutan, dan melaksanakan penyusunan standardisasi pendidikan dan pelatihan, menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan, serta memberikan rekomendasi berdasarkan hasil kajian terhadap kebijakan atau regulasi yang bertentangan dengan Pancasila kepada lembaga tinggi negara, kementerian/lembaga, pemerintahan daerah, organisasi sosial politik, dan komponen masyarakat lainnya. BPIP merupakan revitalisasi dari Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP)

Mari kita kawal sidang atas ZA. Jika pengadilan memberi keputusan yang tidak adil kepada remaja pemberani ini, kita harus bersikap. Kita bikin rame!

S: dikutip gelorabangsa.com dari akun FP Aji Prasetyo


Name

Berita,4192,Internasional,259,Nasional,3750,Opini,204,
ltr
item
GELORABANGSA.COM: Dikunjungi Pihak Istana, Ini Profil ZA, Siswa SMA Pemberani Dari Kota Malang Yang Didakwah Penjara Seumur Hidup Lantaran Membunuh Begal
Dikunjungi Pihak Istana, Ini Profil ZA, Siswa SMA Pemberani Dari Kota Malang Yang Didakwah Penjara Seumur Hidup Lantaran Membunuh Begal
https://1.bp.blogspot.com/-P4XlriFH3GE/XiPM_Lc8fBI/AAAAAAAAFlI/x_5Vuglab2Yc6UZMnt_ly1aR7eGjHsvDQCLcBGAsYHQ/s640/78876040-8c63-451f-9db8-107a0ed6abf2.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-P4XlriFH3GE/XiPM_Lc8fBI/AAAAAAAAFlI/x_5Vuglab2Yc6UZMnt_ly1aR7eGjHsvDQCLcBGAsYHQ/s72-c/78876040-8c63-451f-9db8-107a0ed6abf2.jpg
GELORABANGSA.COM
https://www.gelorabangsa.com/2020/01/dikunjungi-pihak-istana-ini-profil-za.html
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/2020/01/dikunjungi-pihak-istana-ini-profil-za.html
true
8720628738510203021
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy