$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Terungkap Ayah Bayi Yang Dilahirkan Di Baskom, Santriwati Dipenjara, Begini Nasib Sang Pacar Kini

GELORABANGSA - Seorang santriwati di Magetan yang melahirkan di baskom terancam penjara 15 tahun. Kini santriwati berinisal AF (20) ...




GELORABANGSA - Seorang santriwati di Magetan yang melahirkan di baskom terancam penjara 15 tahun.

Kini santriwati berinisal AF (20) harus mendekam di penjara, akibat pasal pembunuhan yang menjeratnya.

Lalu siapa sebenarnya ayah jabang bayi dan bagaimana nasibnya?

Kasus pembunuhan bayi laki-laki di kamar mandi sekolah agama dan pondok pesantren di Magetan oleh AF (20), gadis yang menjadi santriwati dan pengurus di sekolah tersebut memasuki babak baru.

Polisi menjerat AF (20), wanita bercadar yang membunuh bayi yang baru dilahirkan di pondok pesantren yang ada di Desa Sumberagung, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun penjara dan denda sebesar Rp 3 miliar.

Selain itu, akhirnya terungkap fakta terbaru, bahwa AF bukanlah gadis asal Jember, sebagaimana yang selama diberitakan.

Dia adalah gadis warga Jalan R Sesetan Ceningan Sari, 60X BR/Link, Lanatan Desa Sesetan, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali.

AF merupakan santriwati baru di pondok pesantren di Magetan tersebut. Sebelumnya pelaku pembunuhan bayi yang dilahirkannya sendiri menjadi santriwati di salah satu pondok pesantren di Kabupaten Bondowoso.

"Tersangka ini nyantri di Pondok Pesantren di Magetan baru enam bulan. Usia saat dia melahirkan kemarin, waktunya normal.

Artinya, tersangka masuk ke pondok pesantren sudah dalam keadaan hamil dengan usia lebih tiga bulan," tegas Kapolres Magetan AKBP Muhammad Riffai kepada Tribunmadura.com, Senin (30/12/2019).

Menurut Riffai, sebenarnya dari penemuan jenazah bayi itu, polisi sudah bisa menetapkan tersangka kepada pelaku AF. Karena unsur-unsurnya sudah memenuhi.

Tapi Polisi menunggu hasil visum dan autopsi jenazah bayi yang dibunuh di kamar manadi dan mayatnya dimasukkan ke ember alias baskom.

"Dari hasil pemeriksaan medis, bayi laki-laki dengan berat badan 2,6 kilogram dan panjang badan 51 centimeter.

Doa meninggal akibat kekurangan oksigen.

Namun disini (menunjuk leher) dan sekitar hidung dan mulut ada bekas merah," beber Riffai.

Menurut Riffai, dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka AF, santriwati ini hamil dengan pacarnya yang juga sama sama nyantri di Ponpes Bondowoso.

Namun, dalam pembunuhan itu, pacar tersangka tidak tersangkut, baik pelaku langsung maupun otak pembunuhan.

"Pacarnya anak Bondowoso sama-sama nyantri di salah satu Pondok Pesantren di Bondowoso.

Tapi waktu hamil itu, AF tiba tiba menghilang dan pindah nyantri di Sumberagung, Plaosan, Magetan itu.

Jadi pembunuhan itu murni dilakukan tersangka AF seorang diri," tegas Riffai.

Dalam kasus ini, tersangka AF diancam dengan pasal berlapis.

Dia dijerat dengan Undang-undang tentang perlindungan anak dan pasal 341 KUHP seorang Ibu dengan sengaja menghilangkan jiwa anaknya saat dilahirkan.

Ancaman pasal itu, kurangan penjara selama 15 tahun penjara, dan denda sebesar Rp 3 miliar.

"Tersangka setelah masa perawatan dan sudah dinyatakan sehat secara medis, langsung kita tahan di Polres Magetan," tegas Kapolres Magetan AKBP Muhammad Riffai.

Bikin Geger


Sekolah agama di Kabupaten Magetan, Jawa Timur yang seluruh siswinya berhijab dibuat geger, setelah menemukan AF (20), salah seorang pengurus sekolah tergeletak di kamar mandi, bersimbah darah.

Tidak jauh dari tempat AF pingsan itu, terlihat bayi merah tergeletak di baskom dalam keadaan sudah tak bernyawa.

Status AF sendiri masih nona alias gadis ( belum menikah ).

"Kemarin awal masuk ke Klinik Muhammadiyah, Desa Pacalan, Plaosan, Magetan.

Pasien tidak mengakui kalau habis melahirkan. Begitu juga pengantarnya Nur Azizah.

Jadi kita hanya tangani sakitnya. Makanya kita infus," kata salah seorang tenaga medis yang tak mau disebut kepada Surya (Grup Tribunmadura.com ), Sabtu (21/12/2019).

Makanya, lanjut dia, sekolah di Magetan itu baru lapor Polisi dan berterus terang kepada pihak klinik.

Bahwa, seorang pengurus sekolah baru melahirkan bayi berjenis kelamin laki laki di kamar mandi sekolahan yang merangkap asrama itu, Jumat (20/12/2019).

"Makanya, kejadian ini seperti ditutupi dan pihak sekolah baru melapor hari ini setelah dirawat di kamar Shofa klas 1, Klinik Muhammadiyah," jelasnya.

Namun begitu, penyidik daru Unit Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) seperti kesulitan meminta keterangan ihwal kejadian si gadis yang melahirkan bayi berjenis kelamin laki laki dan  meninggal di baskom depan pintu kamar mandi asrama.

"Ditanya beberapa pertanyaan, yang dijawab hanya nama, umur dan tempat lahir.

Oiya, pasien ini juga mengaku warga Jember dan menuntut ilmu di Ngrandu, Sumberagung, Plaosan, Magetan baru enam bulan lalu," kata Kanit PPA Polres Magetan, Mimin.

Namun, perempuan yang lahir tanggal 10 Desember 1999 di Jember ini tidak mau mengakui.

Siapa bapak dari bayi yang dilahirkan itu.

Bahkan penyidik dari Polisi Wanita (Polwan) pun kesulitan meminta pasien melepas cadarnya itu untuk dilakukan foto.

"Saya bingung ditanya hanya dijawab nama, tanggal lahir dan asal.

Disuruh buka cadar, untuk di foto, meski sesama perempuan gak mau. Jadi ya sabar," bebernya.

Sementara Kapolsek Plaosan AKP Muhammad Munir Falevi yang dikonfirmasi, mengaku kesulitan dan belum berhasil menginterogasi ibu dari bayi malang itu.

Karena ini masih dilakukan penyelidikan setelah dilakukan pembersihan rahim si gadis AF dan pengurus sekolah yang melahirkan bayi di kamar mandi.

"Kami masih terus mencari, mudah-mudahan bisa segera ditemukan atau terungkap siapa dalang kasus penelantaran anak," tegas AKP Munir Palevi.

Sekitar jam 12.00 WIB, pasien berstatus nona alias gadis ini akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kediri untuk dilakukan kuret di rumah sakit Polisi ini.

Selain dilakukan kuret, pasien juga akan diperiksa liang kelahiranya.

Sementara jenazah dibawa ke RSUD dr Sayidiman, Kabupaten Magetan. 

Sumber: tribunjambi.com


Name

Berita,2174,Internasional,105,Nasional,1886,Opini,203,
ltr
item
GELORABANGSA.COM: Terungkap Ayah Bayi Yang Dilahirkan Di Baskom, Santriwati Dipenjara, Begini Nasib Sang Pacar Kini
Terungkap Ayah Bayi Yang Dilahirkan Di Baskom, Santriwati Dipenjara, Begini Nasib Sang Pacar Kini
https://1.bp.blogspot.com/-MOW-Dthfuu8/XgtJeq95MuI/AAAAAAAACwI/wsld4faxERg_MsvMZFf3YYo9D3V0rUeVQCLcBGAsYHQ/s640/derita-santriwati-af-dipenjara-gara-gara-bayinya-meninggal-kekurangan-oksigen-di-tumpukan-cucian.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-MOW-Dthfuu8/XgtJeq95MuI/AAAAAAAACwI/wsld4faxERg_MsvMZFf3YYo9D3V0rUeVQCLcBGAsYHQ/s72-c/derita-santriwati-af-dipenjara-gara-gara-bayinya-meninggal-kekurangan-oksigen-di-tumpukan-cucian.jpg
GELORABANGSA.COM
https://www.gelorabangsa.com/2019/12/gelorabangsa-seorang-santriwati-di.html
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/2019/12/gelorabangsa-seorang-santriwati-di.html
true
8720628738510203021
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy