$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Kisah Keluarga Asal Makassar Yang Diselamatkan Seorang Pendeta Saat Kerusuhan Di Wamena

GELORABANGSA - Warga asal Makassar yang menjadi korban kerusuhan di Wamena, Papua terpaksa pulang ke kampung halamannya di Kota Makassa...



GELORABANGSA - Warga asal Makassar yang menjadi korban kerusuhan di Wamena, Papua terpaksa pulang ke kampung halamannya di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Saat ini para korban sudah berada di Makassar untuk tinggal beberapa hari di rumah kerabatnya di Jalan Paccerakkang Makassar. Saat Okezone mendatangi rumah itu, Selasa 1 Oktober 2019, ditemui beberapa keluarga yang baru saja tiba dari Wamena.

Mereka terdiri dari anak-anak dan orang dewas ibu-ibu. Sementara suami-suaminya tidak ikut ke Makassar. Ibu-ibu ini yang melihat bagaimana detik-detik pengrusakan dan pembakaran rumah yang dilakukan sekelompok orang di Wamena.

 Annur, Warga asal Makassar yang menjadi korban kerusuhan di Wamena, Papua (foto: Okezone/Herman A)

Mereka menyaksikan dengan mata kepalanya rumah-rumah warga baik pendatang dibakar habis. Massa yang datang membawa parang dan tombak serta bensin yang digunakan siram dan bakar rumah-rumah warga.

Salah satu ibu rumah tangga Annur (40) yang ditemui Okezone di rumah kerabatnya, menceritakan bagaimana awal terjadinya kerusuhan di Wamena. Ia mengatakan, saat terjadinya kerusuhan itu terjadi pada saat pagi hari, tepatnya Senin 23 September 2019.

"Ceritanya itu tidak ada apa tidak ada isu aktivitas berjalan. Semuanya berjalan normal. Pagi-pagi kita antar anak sekolah. Karena hari Senin to jadi mau upacara seperti biasa normal. Hari Senin tanggal 23 itu berjalan normal. Habis antar anak sekolah kemudian pulang rumah seperti biasa," kata Annur kepada Okezone.

Tidak lama kemudian, lanjut Annur, saat baru saja tiba di rumahnya, guru sekolah menelepon memberitahukan bahwa anak SMA menggelar demo besar-besaran. Annur ditelepon oleh pihak guru sekolah agar menjemput anaknya karena ada demo besar-besaran dilakukan siswa SMA pagi itu.

"Saya tidak berpikir panjang saya langsung jemput anak-anak. Gurunya bilang mama Yoga jemput anak ada demo. Saya tidak berpikir panjang saya jemput anak-anak," katanya saat diwawancara.

Saat jemput anak sekolah itu, lanjut Annur belum terjadi apa-apa. Cuma kata dia, siswa SMA menghancurkan sekolahnya SMA 1 Wamena. Sekolah yang dirusak itu tidak jauh dari Kantor Bupati Wamena.

"Anak saya lihat dan bilang mah anak SMA lempar-lempar pagar sekolah dan ajak anak laki-laki demo. Saya di rumah saat itu saya dengar di telepon mama Yoga kamu di mana di luar ini ribut. Saya disuruh keluar rumah karena sudah ada rumah yang sudah dibakar. Saya tidak mengerti saat itu apakah anak SMA yang bakar atau saya tidak mengerti," jelas Annur menceritakan.

Namun Annur tetap bertahan di rumah, meski kerusuhan sudah terjadi di luar rumah. Setelah 2 jam berdiam diri dalam rumah, lanjut Annur, anak dan suaminya berkumpul serta mencari tahu kerusuhan apa yang sedang terjadi.

"Jadi saya ngobrol dan kumpul sama anak-anak dan suami tanya-tanya sedang apa yang terjadi begitu" lanjutnya.

Annur mengaku kerukunan antar warga sangat bagus di Wamena. "Kalau warga papua mereka baik beradaptasi bersosialisasi mereka itu baik. Tidak ada perbedaan antara rambut keriting kami semua sama tidak ada perbedaan. Saya di sini sudah 20 tahu. Dari saya masih nona-nona ikut sama kakek di Wamena," ungkapnya.

Annur mengaku, rumah dibakar oleh kelompok massa yang tak dikenalnya saat terjadinya kerusuhan hari itu. Saat rumahnya dibakar ia masih berada dalam rumahnya. "Jadi saya punya suami kita harus keluar karena di luar banyak orang. Mau bakar rumah. Jadi suami saya bilang kalau kita dalam rumah kita bisa habis terbakar. Jadi kami semua keluar," urainya.

Orang-orang yang membakar rumahnya tak ada satu wajah yang dikenalnya. Bahkan, kata Annur, warga sekitar tak ada yang mengenal orang-orang itu. "Pendeta saja dan orang-orang di sini asli Papua tidak ada yang kenal. Saya diselamatkan oleh Pak Pendeta saat saya ke luar rumah dan anak-anakku. Kami hampir dibunuh," ujar Annur.

Bahkan, kata Annur, pendeta yang menolong juga mendapat ancaman dari kelompok perusuh tersebut. Pendeta diancam akan dibunuh jika membantu keluarganya dari kebakaran rumah itu.

"Pak pendeta selamatkan saya. Sampai-sampai pendeta diancam akan dibunuh. Dia bilang kalau Pak Pendeta lindungi mereka-mereka Pak Pedeta juga dibakar. Pak Pendeta saat ini masih aman. Mudah-mudahan dia selamat di sana. Dia sudah selamatkan saya," kata Annur sedih.

Sumber: okezone.com


loading...
Name

Berita,1552,Internasional,86,Nasional,1283,Opini,203,
ltr
item
GELORABANGSA.COM: Kisah Keluarga Asal Makassar Yang Diselamatkan Seorang Pendeta Saat Kerusuhan Di Wamena
Kisah Keluarga Asal Makassar Yang Diselamatkan Seorang Pendeta Saat Kerusuhan Di Wamena
https://1.bp.blogspot.com/-XxsOdh2lV64/XZR8Lmxf9bI/AAAAAAAAB8k/puoqbxAohfAXkvFRxNuCYPsShCUCYMLYgCLcBGAsYHQ/s640/cerita-keluarga-asal-makassar-diselamatkan-pendeta-saat-kerusuhan-di-wamena-0yG5BYj8Ll.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-XxsOdh2lV64/XZR8Lmxf9bI/AAAAAAAAB8k/puoqbxAohfAXkvFRxNuCYPsShCUCYMLYgCLcBGAsYHQ/s72-c/cerita-keluarga-asal-makassar-diselamatkan-pendeta-saat-kerusuhan-di-wamena-0yG5BYj8Ll.jpg
GELORABANGSA.COM
https://www.gelorabangsa.com/2019/10/gelorabangsa-warga-asal-makassar-yang.html
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/
https://www.gelorabangsa.com/2019/10/gelorabangsa-warga-asal-makassar-yang.html
true
8720628738510203021
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy